Musim di Makkah: Gambaran Cuaca Berdasarkan Bulan


Makkah, kota suci bagi umat Islam, memiliki iklim yang berbeda dengan banyak wilayah lain di dunia. Berada di kawasan gurun, Makkah mengalami suhu yang ekstrem, terutama di musim panas, dengan cuaca yang kering dan panas sepanjang tahun. Meskipun begitu, perbedaan cuaca di Makkah tetap bisa dibedakan berdasarkan musim dan bulan. Bagi para jamaah haji dan umrah, memahami musim-musim di Makkah dapat membantu mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi cuaca yang bisa sangat berbeda dengan negara asal mereka.


Berikut adalah gambaran tentang musim di Makkah berdasarkan bulan-bulan dalam setahun.


Musim Panas (Mei hingga September)


Musim panas di Makkah dimulai sekitar bulan **Mei** dan berlanjut hingga **September**. Pada bulan-bulan ini, suhu di Makkah bisa sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari **40°C**. Musim ini ditandai dengan suhu yang ekstrem, kelembaban yang rendah, dan udara yang sangat kering. Ini adalah periode terpanas sepanjang tahun, dan para jamaah yang datang pada bulan-bulan ini harus bersiap untuk menghadapi panas yang menyengat.


Mei hingga Juni

- Pada bulan **Mei**, suhu sudah mulai meningkat secara signifikan, dengan rata-rata harian mencapai sekitar **35-40°C**.

- **Juni** sering menjadi salah satu bulan terpanas, dengan suhu bisa melampaui **42°C** di siang hari. Pada malam hari, suhu cenderung turun sedikit tetapi masih berada di kisaran **30°C**.


Juli hingga September

- **Juli** dan **Agustus** adalah puncak musim panas, di mana suhu siang hari dapat mencapai **45-50°C**. Pada saat ini, banyak jamaah haji yang datang untuk menunaikan ibadah haji, dan persiapan menghadapi panas ekstrem menjadi sangat penting.

- **September** menandai akhir musim panas. Suhu mulai turun sedikit, namun tetap panas, dengan kisaran suhu harian di angka **38-42°C**.


**Persiapan Jamaah**: Jamaah yang datang pada bulan-bulan ini disarankan untuk mengenakan pakaian yang longgar, ringan, dan mampu menyerap keringat. Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk menghindari dehidrasi dan heatstroke.


Musim Gugur (Oktober hingga November)


Musim gugur di Makkah terjadi pada bulan **Oktober** hingga **November**. Pada musim ini, suhu mulai turun dari puncak musim panas, dan cuaca menjadi sedikit lebih sejuk, meskipun masih hangat dibandingkan dengan iklim di banyak negara lain.


Oktober

- Pada bulan **Oktober**, suhu harian biasanya berada di sekitar **34-38°C**, dengan malam hari yang lebih sejuk, mencapai **25°C**. Ini adalah periode transisi dari panas ekstrem musim panas menuju kondisi yang lebih bersahabat.


November

- **November** menandai datangnya cuaca yang lebih nyaman, dengan suhu rata-rata harian berkisar antara **30-34°C**. Malam hari di bulan ini terasa lebih sejuk, dengan suhu turun hingga **20-22°C**.


**Persiapan Jamaah**: Pada musim gugur, kondisi cuaca lebih bersahabat dan tidak terlalu panas. Namun, jamaah tetap harus melindungi diri dari sinar matahari dan menjaga hidrasi, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap panas.


Musim Dingin (Desember hingga Februari)


Musim dingin di Makkah berlangsung dari bulan **Desember** hingga **Februari**. Meskipun disebut musim dingin, suhu di Makkah tidak akan sedingin negara-negara subtropis, tetapi akan lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan lainnya. Suhu pada siang hari masih cukup hangat, tetapi malam hari bisa menjadi cukup dingin, terutama untuk wilayah gurun.


Desember

- Pada bulan **Desember**, suhu harian berada di sekitar **28-32°C**. Malam hari mulai terasa dingin, dengan suhu turun hingga **18-20°C**.


Januari

- **Januari** adalah bulan terdingin di Makkah, dengan suhu rata-rata harian sekitar **25-29°C** dan suhu malam hari bisa mencapai **15-18°C**. Di beberapa kesempatan, suhu malam hari bahkan bisa turun di bawah **15°C**, terutama di wilayah terbuka.


Februari

- **Februari** masih termasuk dalam musim dingin, meskipun suhu mulai meningkat lagi. Suhu harian berkisar antara **27-30°C**, dengan malam hari yang tetap sejuk, sekitar **17-20°C**.


**Persiapan Jamaah**: Pada musim dingin, jamaah yang datang ke Makkah disarankan untuk membawa jaket atau pakaian hangat, terutama untuk dipakai pada malam hari. Meskipun siang hari tetap hangat, malam di Makkah bisa cukup dingin, terutama bagi jamaah yang terbiasa dengan cuaca tropis.


Musim Semi (Maret hingga April)


Musim semi di Makkah berlangsung dari bulan **Maret** hingga **April**, dan dianggap sebagai salah satu periode cuaca paling menyenangkan dalam setahun. Suhu tidak terlalu panas, namun juga tidak terlalu dingin. Udara terasa lebih segar, dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.


Maret

- Bulan **Maret** menandai awal musim semi, dengan suhu siang hari berada di kisaran **30-34°C** dan malam hari mencapai **18-22°C**. Cuaca pada bulan ini cenderung stabil dan lebih nyaman.


April

- Pada bulan **April**, suhu mulai naik menjelang musim panas. Suhu harian biasanya mencapai **34-38°C**, dengan malam hari yang tetap sejuk, sekitar **22-25°C**.


**Persiapan Jamaah**: Jamaah yang datang pada musim semi akan merasakan cuaca yang nyaman dan tidak terlalu ekstrem. Meski begitu, disarankan untuk tetap menggunakan pakaian yang melindungi diri dari sinar matahari, terutama saat beraktivitas di siang hari.


Kondisi Cuaca Secara Umum di Makkah

- **Curah Hujan**: Makkah hampir tidak pernah mengalami hujan yang signifikan. Curah hujan yang turun biasanya terjadi di musim dingin dan sangat jarang. Bahkan jika hujan turun, intensitasnya ringan dan tidak bertahan lama.

- **Kelembaban**: Makkah memiliki kelembaban udara yang rendah sepanjang tahun, membuat udara terasa kering, terutama di musim panas. Jamaah yang tidak terbiasa dengan kondisi kering mungkin akan merasa lebih cepat dehidrasi.


Makkah adalah kota dengan iklim gurun yang memiliki suhu tinggi dan cuaca kering sepanjang tahun, terutama di musim panas. Meskipun tidak ada musim dingin yang ekstrem, suhu pada malam hari di musim dingin bisa cukup dingin bagi jamaah yang terbiasa dengan iklim tropis. Musim yang paling nyaman untuk beribadah umrah atau haji biasanya adalah musim semi (Maret-April) dan musim gugur (Oktober-November), saat suhu tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin.


Mengetahui gambaran cuaca di Makkah sepanjang tahun dapat membantu para jamaah mempersiapkan diri lebih baik, baik dari segi kesehatan, pakaian, maupun persediaan perlengkapan ibadah.